Surabaya (Rabu, 13 Mei 2026) Kegiatan Ekskavasi popok di Kali Tebu yang diinisiasi oleh Ecoton bersama Komunitas Tretan Kali Tebu (Tekat) menunjukkan bahwa sampah terbanyak yang ditemukan di Kali Tebu adalah jenis sampah popok. “45% dari 2,4 Ton sampah yang berhasil diangkat dari Kali Tebu adalah jenis sampah popok sekali pakai,” Ungkap Daru Setyorini, lebih lanjut koordinator program Mozaik ini menjelaskan sebanyak tim Ekskavasi sampah Kali tebu selama 3 hari sejak Senin 11 Mei hingga Rabu 13 Mei 2026 berhasil mengangkat lebih dari 2,4 Ton sampah dan 218 piece berupa sampah popok. Popok menjadi sampah yang paling menganggu dan menimbulkan ancaman serius pada ekosistem perairan mengingat 55% bahan popok sekali pakai adalah plastik, sehingga melimpahnya sampah popok di Kali Tebu akan berkontribusi besar pada kontaminasi mikroplastik.
SUNGAI STROWBERY
Rabu, 13 Mei 2026
TRETAN KALI TEBU AJAK WARGA INSYAF, STOP BUANG POPOK KE KALI TEBU
Surabaya (Rabu, 13 Mei 2026) Kegiatan Ekskavasi popok di Kali Tebu yang diinisiasi oleh Ecoton bersama Komunitas Tretan Kali Tebu (Tekat) menunjukkan bahwa sampah terbanyak yang ditemukan di Kali Tebu adalah jenis sampah popok. “45% dari 2,4 Ton sampah yang berhasil diangkat dari Kali Tebu adalah jenis sampah popok sekali pakai,” Ungkap Daru Setyorini, lebih lanjut koordinator program Mozaik ini menjelaskan sebanyak tim Ekskavasi sampah Kali tebu selama 3 hari sejak Senin 11 Mei hingga Rabu 13 Mei 2026 berhasil mengangkat lebih dari 2,4 Ton sampah dan 218 piece berupa sampah popok. Popok menjadi sampah yang paling menganggu dan menimbulkan ancaman serius pada ekosistem perairan mengingat 55% bahan popok sekali pakai adalah plastik, sehingga melimpahnya sampah popok di Kali Tebu akan berkontribusi besar pada kontaminasi mikroplastik.
Rabu, 22 April 2026
DIALOG PUBLIK FPKB DPRD GRESIK FASILITASI ANAK MUDA UNTUK SPEAK UP
![]() |
| Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir memberikan Paparan tentang pengelolaan sampah sebagai program prioritas Pemerintah Pusat dan Pemkab Gresik (22/4) |
Gresik, 22 April 2026 — Dalam Acara Dialog Publik Fraksi Partai kebangkitan bangsa, dalam rangka peringatan hari Bumi 22 April 2026, bertemakan taubat Ekologi dimanfaatkan oleh siswa SMAN 1 Driyorejo untuk menyuarakan keresahan sekaligus menawarkan solusi nyata atas persoalan lingkungan di Kabupaten Gresik. Dalam audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir, Ketua Fraksi PKB DPRD, Imron Rosyadi, Kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dan Anggota fraksi PKB DPRD Gresik tiga Pelajar SMAN 1 Driyorejo kelas X terdiri dari Junnatun Nafiah, Krisna Wahyu Sahaja, dan Chantika Amira Ramadhani—mengajukan program TEPAR (TPS3R, Polisi Sampah, dan Water Refill Station) sebagai upaya penguatan sistem pengelolaan sampah dan pengurangan plastik sekali pakai. Usulan ini berangkat dari realita di lapangan: kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, sebenarnya sudah tinggi, namun belum didukung oleh sistem dan fasilitas yang memadai. Ketiga Pelajar SMAN 1 Driyorejo saat ini sedang mengikuti Jawa Timur Young Changemaker Award 2026 (JAYCA) dalam menjadi wadah generasi Muda Jawa Timur untuk berkontribusi dalam melakukan perubahan social.
Sabtu, 18 April 2026
GREEN JOBS FESTIVAL DI UNAIR ECOTON PROMOSI NANOPLASTIK DALAM SPERMA DAN POPOK KAIN BUMBI

Booth Pameran Ecoton mendapatkan penghargaan Booth pameran terbaik
dalam ajang Green Jobs Festival- Go Forest Jatim 2026 di Hall Airlangga
Medical Education Centre, Kampus A Unair, 18//4/2026
"Saya kira mikroplastik hanya di temukan di Air saja, saya kaget ketika uji mikroplastik di Tangan dan menemukan beberapa jenis fiber di kulit tangan saya," Ungkap Irfan, Lebih lanjut Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini menjelaskan bahwa mikroplastik yang menempel di kulit bisa berasal dari udara Surabaya yang telah tercemar Mikroplastik. Irfan bersama dengan 50 orang pengunjung Pameran Green Jobs Festival 2026 melakukan uji mikroplastik di Booth Pameran Ecoton yang menyediakan uji mikroplastik Gratis dengan menggunakan mikroskop portable, pengunjung mengoles permukaan kulit wajah atau tangan dengan tisue khusus kemudian diamati dibawah mikroskop yang terhubung dengan monitor sehingga pengunjung secara langsung melihat jenis mikroplastik yang menempel di kulit mereka. Dalam Green Jobs Festival Surabaya yang diselenggarakan Go Forest Jatim menampilkan pameran komunitas, Instasi dan Start up yang menjadi contoh green Jobs di Jawa Timur. Dalam Acara yang di Gelar di Hall AMEC Kampus A Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Pada Sabtu 18 April 2026 Ecoton Foundation mengikuti pameran dengan bertajuk “Welcome Microplastic Island”, yang menampilkan temuan mikroplastik di berbagai elemen lingkungan, mulai dari air, organisme perairan, hingga udara. Yang lebih mengkhawatirkan, mikroplastik juga telah ditemukan dalam tubuh manusia, termasuk pada sistem reproduksi, yang berpotensi menurunkan tingkat kesuburan.
-
Three extraordinary youngsters are in the running for the International Children’s Peace Prize 2025, the most important youth prize in the w...
-
Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Sidoarjo sedang mengamati mikroplastik dalam air hujan dalam kegiatan mengenal Mikroplastik dan...
-
Temuan air Hujan Tercemar Mikroplastik dan kontaminasi mikroplastik udara 18 Kota di Indonesia semakin membuka mata bahaya aktifitas memba...
