Bergabunglah! Setiap kata bisa berkontribusi! menyelamatkan sungai dan planet kita

Senin, 01 Juni 2026

RATUSAN BANGUNAN LIAR PADATI BANTARAN, TIM NGINTIR KALI LAPOR KEPALA BBWS Brantas

Tim Ngintir Kali Surabaya memampang Poster diatas
Perahu penyeberangan, mengajak Masyarakat menjaga
Kualitas Kali Surabaya Senin (1/6/2026)

Temuan ratusan bangunan Liar di bantaran Kali Surabaya langsung dilaporkan kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas  (BBWS)  dan langsung di respon dengan berjanji akan melakukan cek lapangan. “Tim BBWS akan melakukan Cek Lapangan menindak lanjuti laporan ini” Ungkap M Noor Kepala BBWS Brantas dalam pesan melalui WhatsApp.  Menjamurnya bangunan liar di Bantaran kali Surabaya harus menjadi perhatian serius Pemerintah karena penurunan kualitas air Kali Surabaya akan membawa dampak tingginya biaya pengolahan air, punahnya ikan dan hilangnya potensi wisata. “Kali Surabaya tidak kalah dengan sungai-sungai di Eropa, asalkan kita serius menjaga kualitas air dan selalu mengingat jika sungai ini bukan warisan nenek moyang tetapi titipan anak cucu kita,” ungkap Dialan Sono.

Jumat, 29 Mei 2026

Ngintir Kali, Spirit Pemulihan Kali Brantas Untuk Kembalinya Habitat Ikan Endemik

“Kali Brantas masih memiliki potensi untuk bisa pulih dan menjadi habitat ikan, penelitian terbaru menunjukkan temuan 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies ikan di Kali Brantas bisa jadi modal kuat masyarakat Jawa Timur untuk memulihkan kualitas air Kali Brantas dan Kali Surabaya” Ungkap Rulli Mustika Adya, lebih lanjut Direktur Posko Ijo ini menjelaskan perlunya secara massif mengenalkan ikan-ikan asli Kali Brantas kepada masyarakat Jawa Timur, untuk itu ecoton akan melakukan kegiatan Ngintir Kali Surabaya yang akan dimulai Sabtu 30 Mei 2021. Tim Ronda Sungai Ngintir Kali Surabaya terdiri dari 7 orang (4 orang yang akan ngintir sungai dan 3 orang tim darat yang akan menguji kualitas air dan dokumentasi), yang berasal dari Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (Akamsi), Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan  Basah (Ecoton), Posko Ijo, River Warrior dan TitikTerang.

Rabu, 13 Mei 2026

TRETAN KALI TEBU AJAK WARGA INSYAF, STOP BUANG POPOK KE KALI TEBU


Surabaya (Rabu, 13 Mei 2026) Kegiatan Ekskavasi popok di Kali Tebu yang diinisiasi oleh Ecoton bersama Komunitas Tretan Kali Tebu (Tekat) menunjukkan bahwa sampah terbanyak yang ditemukan di Kali Tebu adalah jenis sampah popok. “45% dari 2,4 Ton sampah yang berhasil diangkat dari Kali Tebu adalah jenis sampah popok sekali pakai,” Ungkap Daru Setyorini, lebih lanjut koordinator program Mozaik ini menjelaskan sebanyak  tim Ekskavasi sampah Kali tebu selama 3 hari sejak Senin 11 Mei hingga Rabu 13 Mei 2026 berhasil mengangkat lebih dari 2,4 Ton sampah dan 218  piece berupa sampah popok. Popok menjadi sampah yang paling menganggu dan menimbulkan ancaman serius pada ekosistem perairan mengingat 55% bahan popok sekali pakai adalah plastik, sehingga melimpahnya sampah popok di Kali Tebu akan berkontribusi besar pada kontaminasi mikroplastik.