Bergabunglah! Setiap kata bisa berkontribusi! menyelamatkan sungai dan planet kita

Sabtu, 18 April 2026

GREEN JOBS FESTIVAL DI UNAIR ECOTON PROMOSI NANOPLASTIK DALAM SPERMA DAN POPOK KAIN BUMBI

Booth Pameran Ecoton mendapatkan penghargaan Booth pameran terbaik
dalam ajang Green Jobs Festival- Go Forest Jatim 2026 di Hall Airlangga
Medical Education Centre, Kampus A Unair, 18//4/2026

"Saya kira mikroplastik hanya di temukan di Air saja, saya kaget ketika uji mikroplastik di Tangan dan menemukan beberapa jenis fiber di kulit tangan saya," Ungkap Irfan, Lebih lanjut Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini menjelaskan bahwa mikroplastik yang menempel di kulit bisa berasal dari udara Surabaya yang telah tercemar Mikroplastik. Irfan bersama dengan 50 orang pengunjung Pameran Green Jobs Festival 2026 melakukan uji mikroplastik di Booth Pameran Ecoton yang menyediakan uji mikroplastik Gratis dengan menggunakan mikroskop portable, pengunjung mengoles permukaan kulit wajah atau tangan dengan tisue khusus kemudian diamati dibawah mikroskop yang terhubung dengan monitor sehingga pengunjung secara langsung melihat jenis mikroplastik yang menempel di kulit mereka. Dalam Green Jobs Festival Surabaya yang diselenggarakan Go Forest Jatim menampilkan pameran komunitas, Instasi dan Start up yang menjadi contoh green Jobs di Jawa Timur. Dalam Acara yang di Gelar di Hall AMEC Kampus A Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Pada Sabtu 18 April 2026 Ecoton Foundation mengikuti pameran dengan bertajuk “Welcome Microplastic Island”, yang menampilkan temuan mikroplastik di berbagai elemen lingkungan, mulai dari air, organisme perairan, hingga udara. Yang lebih mengkhawatirkan, mikroplastik juga telah ditemukan dalam tubuh manusia, termasuk pada sistem reproduksi, yang berpotensi menurunkan tingkat kesuburan.

Promosi Nanoplastik

Raika Aprilianti menjelaskan hasil pengamatan mikroskop
yang mendeteksi mikroplastik dalam kulit salah seorang pengunjung
Pameran Festival Green Jobs di Kampus A Unair (18/4/2026)

Ecoton Foundation menggelar Pameran dengan menampilkan temuan terbaru jenis nanoplastik yang ditemukan dalam sperma. "Kami telah melakukan uji pendahuluan terhadap cairan sperma dari 4 orang relawan dan 40 contoh darah dari perempuan di Jawa timur dan setelah uji Dengan menggunakan Scanning Electrone Microscop kami menemukan nanoplastik dalam darah dan sperma manusia Jawa Timur" ungkap Rafika Aprilianti, lebih lanjut kepala laboratorium mikroplastik Ecoton Foundation ini mengingatkan bahwa saat ini manusia memasuki Era nanoplastik, ukuran plastik yang kecil ini akan masuk kedalam sel darah merah dan akan menyebabkan inflamasi dan kematian massal sel organ yang bisa berdampak pada gagalnya fungsi organ. 

"untuk mengingatkan masyarakat Surabayan Jawa Timur kami perlu untuk promosi Nanoplastik kepada masyarakat luas agar segera menghentikan penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi sumber pencemaran mikroplastik dan nanoplastik pada manusia"ungkap Tasya Husna, lebih lanjut koordinator Pameran ini menjelaskan bahwa dalam pameran ini Ecoton menampilkan data-data pencemaran mikroplastik di Sperma dan membuka uji mikroplastik gratis kepada pengunjung.

"selama pameran kami telah memeriksa lebih dari 50 pengunjung dari mahasiswa Unesa, Uinsa, Unair, aktivis marine buddies Surabaya, Mahasiswa ITS, Aktivis Profauna Malang  dan  masyarakat umum surabaya dan jenis mikroplastik  yang ditemukan didominasi oleh jenis film, fiber dan fragmen" Ungkap Rafika.

“ Jujur kaget pertama kali menemukan mikroplastik di permukaan kulit tubuh kita sendiri dan ternyata sumber nya dari udara yang sudah terkontaminasi mikroplastik khususnya dari ban kendaraan bermotor dan pembakaran sampah plastik,  Tadi saya menemukan mikroplastik jenis fiber dan film nempel di kulit dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh," Ungkap Adit, lebih lanjut Mahasiswa Unesa ini merasa perlu untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan harus sering membersihkan tangan agar terhindar dari mikroplastik yang menempel.

Popok Kain Bumbi

Bumbi, Produk Popok Kain Modern sebagai solusi pada pencemaran air
Kali Surabaya akibat sampah popok sekali pakai. Pengunjung bisa
mendapatkan harga promosi dalam pameran Festival Green Jobs 2026

Selain menampilkan informasi bahaya mikroplastik dalam Booth Pameran Ecoton juga mempromosikan popok Kain dengan Brand Bumbi, Popok kain Bumbilahir dari keprihatinan terhadap pencemaran plastik sekali pakai di Sungai Brantas dan Kali Surabaya, dengan menawarkan alternatif guna ulang yang menekan timbulan limbah rumah tangga.

Inisiatif ini bukan hanya solusi produk, tetapi juga gerakan perubahan perilaku untuk mengurangi ketergantungan popok sekali pakai yang menjadi salah satu kontributor utama pencemaran sungai.

Bumbi adalah popok kain modern (cloth diaper) yang dirancang dapat dicuci dan digunakan berulang kali, sehingga lebih ramah lingkungan dibanding popok sekali pakai. Produk ini menggabungkan bahan lembut, sistem penyerap yang efisien, dan desain praktis untuk kenyamanan bayi sekaligus mengurangi limbah plastik rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar