![]() |
| Poster Ayo Pilah Sampah hasil karya Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik |
Problem Sampah di Gresik ternyata mengganggu Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik. Fakta ini terungkap saat siswa-siswi kelas 1 dan 2 Menceritakan bahwa banyak sampah yang mengapung di saluran air dan banyaknya orang tua yang masih membakar sampah, padahal aktivitas membakar sampah sangat membahayakan lingkungan dan kesehatan. Aksi keprihatinan ini dituangkan dalam bentuk puluhan poster yang mengingatkan bahaya membuang sampah sembarangan dan ajakan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Lebih dari 300 Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik antusias dalam Kegiatan Sekolah Kreatif yang diselenggarakan pada (Rabu,12 Pebruari 2025). Kegiatan sekolah kreatif ini mengundang aktifis Lingkungan Gresik Aeshnina Azzahara Aqilani dan Prigi Arisandi. Kedua narasumber asli Gresik ini memberikan paparan tentang problem sampah plastik di Indonesia “ Saat ini Indonesia menjadi Negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar ke tiga setelah India dan Nigeria, Penduduk Indonesia juga diketahui mengkonsumsi 15 gram plastik setiap bulan” ungkap Aeshnia, lebih lanjut Siswi SMA Muhammadiyah 10 Gresik ini menjelaskan bahwa di Kabupaten Gresik telah ada kebijakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai namun masih saja banyak dijumpai sampah plastik mengotori sungai dan Pantai. “diperlukan upaya anak-anak muda di Gresik untuk mengurangi penggunaan sampah Plastik, apakah kita mau?” tanya Nina kepada ratusan pelajar dan dengan antusias Pelajar Kelas 1,2,3 dan 4 menyatakan Siap untuk menjaga bumi dari sampah plastik.
Poster
Ajakan Cintai Bumi
“ Kita harus Cintai Bumi, dengan Kurangi Sampah Plastik” ungkap Rasya
Muhammad Hamizan, lebih lanjut Siswa Kelas 2 A SD Muhammadiyah 1 Menganti ini
menjelaskan bahwa semua siswa siswi kelas 1 dan 2 telah membuat Poster yang
isinya mengajak teman-teman dan orang tua untuk mencintai Bumi dan melindungi
bumi dari sampah plastik. “ Kita harus membawa tas kain, minum pakai tumbler,
tidak pakai sedotan plastik dan kalo ke sekolah membawa tepak makan sendiri”
ujar Rasya.
Setelah mendengarkan paparan dari narasumber semua siswa-siswi membuat poster dan menceritakan didepan kelas isi Poster yang berisi ajakan untuk lebih mencintai bumi dengan memilah sampah, menghemat air, merawat tanaman dan mengurangi sampah plastik.
“Kami membudayakan penggurangan plastik dari kantin sekolah, makanan dan
minuman yang kami sediakan tidak menggunakan bungkus plastik sekali pakai,
karena wadah plastik selain menimbulkan problem sampah juga menyebabkan ancaman
kesehatan” ungkap Assidik Wibowo, lebih lanjut Kepala Sekolah SD
Muhammadiyah 1 Menganti ini menjelaskan bahwa di Sekolah telah terbentuk Kader
lingkungan yang menjadi role model bagi siswa-siswi disekolah untuk berperilaku
ramah lingkungan dan mencintai bumi.
Kampanye lingkungan
melalui poster ini sangat efektif karena anak-anak dituntut untuk memahami
permasalahan lingkungan sekaligus memberikan solusi melalui media poster. “
poster-poster dikerjakan secara berkelompok dengan menggunakan kertas gambar A3
kemudian setiap anak menuangkan masalah lingkungan yang ada disekitarnya dan
sekaligus membuat ajakan untuk mencintai bumi”
Ujar Ramadhina Marifah, lebih lanjut Guru Kelas 2 ini menjelaskan bahwa
melalui poster anak-anak bisa merekam problem lingkungan di daerah Menganti
seperti Sampah plastik, polusi udara, krisis air, dan kurangnya tanaman
peneduh.
Poster lain yang
menarik adalah ajakan untuk melakukan pemilahan sampah. “Ayo Pilah Sampah”
Teriak Reza Ahmad sambil menenteng posternya, poster lain berisi tulisan “Ingat
Sampah Tidak Bisa berjalan ke tempatnya Sendiri”.
Rencananya
poster-poster ini akan dikumpulkan dalam sebuah buku yang bisa menjadi sumber
pengetahuan dan informasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar