Sebelumnya pada tahun 2025 Ecoton juga pernah
melakukan Ronda Sungai Ngintir Kali Surabaya dari Pintu air Mlirip Mojokerto
hingga Gunungsari Surabaya. “Selama 3
hari pada 2025 kami ngintir Kali Surabaya namun pada titik lokasi jembatan
Karang pilang kami meneruskan Ronda Sungai dengan menggunakan perahu karena air
sungai berbau dan bahkan salah salah satu anggota tim mengalami bengkak telinga
karena infeksi” ungkap Alaika Rahmatullah, lebih lanjut Koordinator Ronda
Sungai Ecoton ini menjelaskan bahwa Kegiatan Ngintir Kali Surabaya memiliki
5 tujuan yaitu :
1. Mengenalkan
Keanekaragaman ikan di Kali Brantas
2. Mengidentifikasi
sumber-sumber pencemaran industri
3. Mengindentifikasi
timbulan sampah plastik Kali Surabaya
4. Mengindentifikasi
bangunan liar bantaran Kali Surabaya
5. Melakukan
uji mikroplastik dan uji kualitas air
Populasi
Ikan Terancam Mikroplastik
Kegiatan ini dilakukan karena keberadaan Keanekaragaman hayati ikan air tawar Sungai Brantas saat ini terancam oleh mikroplastik yang berasal dari pencemaran industri daur ulang, sampah plastik dari rumah tangga di sepanjang daerah aliran sungai Brantas dan masifnya alih fungsi bantaran menjadi bangunan pemukiman dan industri. Meski demikian ada harapan baru dengan temuan 3 jenis ikan Endemik Jawa di Kali Surabaya, meskipun sungai sepanjang 41 Km ini telah tercemar. Pada maret 2026 penelitian di Kali Surabaya menemukan 34 spesies ikan air tawar, 3 diantaranya adalah endemik Jawa (hanya ditemukan di Pulau Jawa), yaitu : ikan Rengkik atau Baung (Hemibragus nemurus), Lele jawa yang memiliki Patil (Clarias batrachus) dan Ikan wader bitnik-bintik (Barbodes binatus). Pada Penelitian Sebelumnya di tahun 2021-2022 Team Peneliti Perikanan dari berbagai kampus di Indonesia, Malaysia dan Brasil menemukan bahwa di Sungai Brantas terdapat 42 spesies ikan air tawar yang terbagi dalam 35 genus dan 21 Keluarga. Keluarga Cypirinidae atau keluarga ikan Bader, wader atau tawes paling mendominasi (12 genus dan 15 Spesies).
Kampanye
"Brantas Pulih, Rengkik Kembali"
Kegiatan Ngintir Kali Surabaya 2026 mengajak
masyarakat Jawa Timur untuk menjaga, melestarikan dan memelihara ekosistem Kali
Brantas yang menjadi Sumber kehidupan warga Jatim karena menjadi bahan baku air
Minum PDAM Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto , Jombang dan lumbung
pangan nasional. “Selain jadi bahan baku PDAM dan irigasi, ada ratusan Industri
besar yang mengambil air Kali Brantas sebagai bahan baku produksinya, namun
sayang bukan membalas dengan kebaikan banyak industri yang membuang limbah
tanpa diolah sehingga menyebabkan terjadi ikan mati massal” Ungkap Jofan Ahmad
Arianto, lebih lanjut aktivis Akamsi ini juga menghimbau agar industri
sepanjang Kali Brantas memberikan konstribusi positif untuk pemulihan kualitas
air Kali Surabaya.
Aksi ini akan diakhiri dengan melakukan aksi teatrikal di Gedung Negara Grahadi pada 5 Juni 2026 dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup sedunia.”aksi teatrikal mengingatkan masyarakat Jawa Timur masih ada harapan pemulihan Kualitas Air Kali Brantas, perlu gotong royong untuk memerangi polusi mikroplastik dari industri, pemukiman dan kebijakan yang lebih memihak kepada Kali Brantas” ungkap Rulli Mustika Adya.

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar