
Pengunjung sedang mengamati mikroplastik dalam air menggunakan
Mikroskop Stereo di booth Ecoton dalam acara Indonesia Creative cities
Festival yang digelas di MCC Malang, 6-9 Nopember 2025
Malang, 7 November 2025 — Hari ini ECOTON berkolaborasi
dengan UNESCO membuka Pameran Edukasi Mikroplastik dan Pengurangan Plastik
Sekali Pakai dalam rangka Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang
digelar di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. Kegiatan ini menjadi
bagian dari Festival Mbois ke-10, hajatan besar bagi pelaku ekonomi kreatif di
Kota Malang yang berlangsung hingga 9 November 2025.
Sejak pukul 09.00 WIB, seluruh lantai Gedung MCC dipenuhi berbagai kegiatan, mulai dari pameran seni, latihan modelling, pemutaran film lokal, pameran edukasi lingkungan, hingga talkshow ekonomi kreatif. Acara pembukaan dihadiri oleh CEO BNI Soesetyo Priharjanto dan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi, yang mewakili Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Dalam ajang ini, ECOTON berkolaborasi dengan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menghadirkan pameran bertema “Edukasi Mikroplastik dan Pengurangan Plastik Sekali Pakai” di lantai 4 MCC, sementara instalasi kran plastik sebagai simbol kebocoran plastik dari aktivitas harian manusia ke lingkungan ditampilkan di lantai 3 yang harus segera diatas dengan regulasi pembatasan plastik sekali pakai.
ECOTON juga membawa akuarium bayi plastik
sebagai bentuk gambaran nyata bayi yang lahir di dunia yang sudah tercemar
mikroplastik, dan ECOTON bersama Fakultas kedokteran unair dalam studi
pendahuluan penelitian menemukan mikroplastik pada cairan amnion dan urin ibu
hamil. Dalam pameran ini ECOTON juga memvawa mikroskop yang digunakan untuk
mengamati partikel mikroplastik secara langsung.
Lebih dari 200 pengunjung dari
berbagai kalangan — mulai dari siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga masyarakat
umum — antusias mengunjungi pameran ini. Mereka diajak untuk memahami bahaya
mikroplastik bagi tubuh manusia dan pentingnya mengurangi penggunaan plastik
sekali pakai.
Perwakilan ECOTON, Rafika Aprilianti, menjelaskan bahwa edukasi ini tidak hanya menyoroti isu lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat.
“Kita ingin mengedukasi
pengurangan plastik sekali pakai tidak hanya dari sisi lingkungan saja, tapi
juga dari sisi kesehatan. Mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia bisa
berdampak pada hormon, kesuburan, bahkan kesehatan janin. Jadi, ini bukan isu
jauh, tapi isu yang sangat dekat dengan kehidupan kita,” ujarnya.
Rafika juga menambahkan bahwa
ECOTON mengajarkan pengunjung — terutama anak-anak sekolah — melalui pendekatan
citizen science, yaitu metode ilmiah partisipatif yang melibatkan warga sebagai
peneliti.
Sebagai bagian dari gerakan ini,
ECOTON juga membuka kolaborasi bagi masyarakat untuk meneliti mikroplastik di
air hujan. Setiap orang dapat menjadi relawan pengambil sampel air hujan yang
nantinya akan diteliti di laboratorium ECOTON.
“Mikroplastik sudah ditemukan di
udara, air sungai, air minum, bahkan di tubuh manusia. Kini kami ingin
membuktikan seberapa luas pencemaran ini lewat air hujan. Kami mengundang siapa
pun yang peduli untuk bergabung mengumpulkan bukti ilmiah ini bersama kami,”
tambah Rafika.
Semakin banyak masyarakat yang
terlibat dalam citizen science, semakin kuat pula dasar ilmiah untuk mendorong
lahirnya regulasi nasional terkait plastik dan mikroplastik.
Salah satu pengunjung, Aesar,
siswa kelas 5 SD Klojen Kota Malang, mengatakan:
“Aku baru tahu kalau di air minum
dan udara bisa ada plastik kecil yang nggak kelihatan. Jadi aku mau belajar
cara kurangi sampah plastik dari rumah.”
Sementara itu, Gedeon ketua
panitia Festival Mbois X ICCF 2025, mengungkapkan kekagumannya pada konsep
pameran ini.
“Pameran ECOTON membuka mata saya
bahwa isu plastik bukan cuma tentang sampah di sungai, tapi juga tentang
kesehatan kita. Visualisasi bayi plastik dan mikroskopnya bikin sadar bahwa
polusi ini sudah sampai ke tubuh manusia.”
Festival Mbois ke-10 ini bukan
hanya perayaan kreativitas, tetapi juga ajang membangun kesadaran kolektif.
ECOTON berharap kolaborasi dengan UNESCO ini dapat memperkuat komitmen semua
pihak — pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat — untuk
bersama-sama menciptakan masa depan yang bebas dari polusi plastik.
“Melalui seni, edukasi, dan
sains, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari kesadaran
kecil. Setiap botol plastik yang kita tolak, setiap isi ulang yang kita
lakukan, adalah langkah menuju bumi yang lebih sehat,” tutup Ara ECOTON sebagai
koordinator pameran ini.
Pameran ini dapat dikunjungi
hingga 9 November 2025 di lantai 4 Malang Creative Center, dalam rangkaian
Indonesia Creative Cities Festival (ICCF 2025).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar