Edukasi Ancaman Kesehatan Mikroplastik Untuk Kesehatan Manusia
Aliansi Zerowaste Indonesia (AZWI) berpartisipasi dalam Pesta Media 2026 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen. Salah satu Event dalam Persta Media 2026 adalah Pameran CSO, AZWI menampilkan booth yang berisi informasi terkait dengan pendekatan Zerowaste , jenis-jenis dampak lingkungan plastik dan hasil-hasil penelitian terkait dengan Dioksin yang dilakukan oleh Nexus3, Riset Mikroplastik dalam organ manusia yang dilakukan oleh Greenpeace dan Ecoton, Penelitian mikroplastik dalam jajanan oleh Gita Pertiwi dan PPLH Bali. Selain informasi yang dipamerkan dalam bentuk poster, Booth AZWI juga berisi uji mikroplastik permukaan kulit, dalam dua hari Pameran dari 11-12/April 2026 lebih dari 152 pengunjung melakukan uji mikroplastik di kulit. “uji Mikroplastik di Booth AZWI banyak menyedot perhatian pengunjung, mereka antusias ingin mengetahui secara langsung mikroplastik dan memastikan apakah kulit mereka sudah tercemar mikroplastik” Ungkap Rafika Aprilianti, lebih lanjut Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton ini juga menjelaskan bahwa untuk mengetahui keberadaan mikroplastik, dalam Booth AZWI disediakan 2 mikroskop dengan pembesaran 100 kali dan satu mikroskop yang tersambung dengan monitor 40 inch untuk menunjukkan jenis-jenis mikroplastik.
Edukasi Bahaya Mikroplastik
Dalam Pameran CSO Pesta Media 2026 AZWI ingin mengedukasi masyarakat tentang Bahaya mikroplastik dilingkungan dan ancaman kesehatannya. “Melalui Pameran ini AZWI ingin mengenalkan keberadaan aliansi masyarakat Sipil di Indonesia yang bergerak dalam upaya zerowaste, mengedukasi masyarakat tentang ancaman mikroplastik “ ungkap Siti Dzakiyah, lebih lanjut Koordinator Pameran AZWI di event pesta Media 2026 ini menambahkan bahwa melalui Booth Pameran AZWI dalam event pesta Media selain memberikan informasi tentang kegiatan AZWI, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan merchandise berupa tshirt, Toothbag, PIN, Stiker dan cinderamata menarik.
“Mikroplastik telah ada disekitar
manusia, bahkan dalam riset greenpeace dan Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia ditemukan korelasi antara pola hidup yang menggunakan plastik sekali
pakai dengan menurunan kognitif otak manusia yang tinggal di Jakarta, Bogor,
Depok dan Tangerang” Ungkap Ibar akbar, Lebih lanjut Juru Kampanye Zerowaste
Greenpeace Indonesia ini mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan
plastik sekali pakai dan Implementasi EPR.
Penasaran Bentuk Mikroplastik
Kegiatan uji mikroplastik di Kulit ini dilakukan dengan mengoles atau swab permukaan kulit dengan tisu kosmetik pada permukaan kulit wajah atau kulit tangan. “dengan tisu yang dilipat 5 cm persegi kemudian di oleskan pada permukaan wajah atau permukaan kulit dalam satu arah sepanjang 30 cm, kemudian tisu yang telah dioleskan di amati dibawah mikroskop portable dengan pembesaran 40 hingga 100 kali” ungkap Rafika Aprilianti, lebih lanjut Alumni Biologi UIN Malang ini menjelaskan bahwa jenis mikroplastik yang paling banyak dijumpai di kulit adalah jenis fiber atau benang kemudian fragmen atau cuilan, jenis filament atau lembaran bening dan jenis microbead yang biasa dicampurkan dalam kosmetik. Sumber mikroplastik di Kulit tangan dan wajah bisa berasal dari pencemaran udara akibat kegiatan pembakaran sampah, tekstil dan gesekan antara ban karet dengan aspal. Lebih dari 152 pengunjung Booth Pameran AZWI telah melakukan uji mikroplastik yang menempel di kulit, sebagian besar merasa was-was akan dampak kesehatan yang ditimbulkan dengan kontaminasi mikroplastik di Kulit. “Apa aja sih dampaknya kalo setiap hari kulit kita tercemar mikroplastik” tanya ibu-ibu pengunjung yang tinggal di Salemba setelah mengetahui di kulitnya terdapat mikroplastik. Sofi Azilan Aini, memberikan penjelasan kepada pengunjung yang telah melakukan uji Mikroplastik di Kulit. peneliti Ecoton ini kemudian menjelaskan bahwa mikroplastik masuk kedalam tubuh manusia melalui permukaan Kulit, Tertelan melalui mulut dan terhirup melalui hidup. “ Mikroplastik atau nanoplastik yang masuk kedalam tubuh akan menimbulkan peradangan sel atau inflamasi selain itu mikroplastik dianggap sel sebagai benda asing yang harus di eleminasi atau di musnahkan maka Sel darah putih diproduksi ekstra dan menyebabkan sel Stress dan mati, kematian sel dalam jumlah besar akan menyebabkan kerusakan sel dan fungsi organ” ungkap Sofi Azilan Aini, lebih lanjut alumni Fakultas Kesehatan masyarakat UNUSA Surabaya ini menjelaskan bahwa Mikroplastik tidak akan membunuh secara langsung namun keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia akan menimbulkan banyak penyakit bagi manusia.
The Plastic Detox
Salah satu dampak kesehatan
mikroplastik yang kini sedang menjadi isu global adalah terjadinya penurunan
produksi sperma manusia akibat mikroplastik. “Dalam film the plastic detox,
seorang professor di Amerika Serikat melakukan riset intervensi pengurangan
kontaminasi mikroplastik yang ditimbulkan dari perabot rumah tangga kepada 6
pasangan yang belum memiliki anak, setelah 3 bulan hidup dengan mengurangi
penggunaan plastik dan senyawa kimia plastik 5 pasangan bisa hamil” ungkap Sri
Astika, lebih lanjut Mahasiwa Biologi Universitas Negeri Surabaya ini menjelaskan
bahwa mikroplastik dan senyawa plastik dapat menurunkan kualitas dan produksi
sperma.
Anggota AZWI yang menjadi pemandu
dalam booth Pameran ini selalu aktif mengedukasi pengunjung untuk mewaspadai
perabot rumah tangga yang menimbulkan kontaminasi dalam ruang seperti Sofa,
karpet, Perabot masak dari Teflon seperti penggorengan dan rice cooker, spon pencuci
piring, air dalam kemasan, talenan, teh Celup, gelas kertas dan personal care. “
selama ini gelas kertas yang kita gunakan bukanlah 100% terbuat dari kertas,
karena jika murni kertas maka gelas kertas akan lumer, jika terkena panas, maka bisa dipastikan ada laminasi atau
lapisan plastik didalam agar kertas tidak lumer,” ungkap Prigi Arisandi, lebih
lanjut Peneliti Ecoton ini juga menunjukkan specimen gelas kertas yang telah
terkelupas kertas dan menyisakan lapisan plastik.
Acara Pesta
Media
Disponsori oleh: ABC Australia, ABC Internasional Development, IESR, KINETIK, Konservasi Indonesia, ICEL, YIARI, GEOPIX, Aliansi Zero Waste Indonesia, Diet Plastik Indonesia, Satya Bumi, Kehati, Greenpeace, PUSAKA, AEER, Burung Indonesia, Plan Indonesia, ASEAN Center For Biodiversity.
Media Partner: Kompas.id, Tempo, Inews, Narasi, BBC News Indonesia, Publika Lab, Pandangan Jogja, Koreksi.org, SinPo Tv, Independent.id, Tirto.id, Katadata.co.id, Bisnis Indonesia, Suara.com, Deduktif.id, Progresip, Betahita, Ekuatorial, Jaring, Prohealth.id, Konde.co, Magdalene, Project Multatuli, Suar.id, Daai TV, dan Greeners.co.
Kolaborator dan Didukung oleh: AJI Indonesia, LBH Pers, Indonesian Institute of Journalism, KojI, DW, Mongabay, Garda Animalia, Politeknik Tempo, Universitas Bakrie, Universitas Kristen Indonesia, Institut Media Digital Emtek, MNC University, dan Uhamka. Acara ini juga didukung oleh Jakpro, Taman Ismail Marzuki, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank BTN, Se’Indonesia, Goto, PAM Jaya, Hokben, dan RS Persahabatan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar